Senin, 25 Juni 2018

Kenaikan NJOP DKI turunkan daya tarik properti


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) untuk wilayah DKI Jakarta, di mana rata-rata kenaikan NJOP ini mencapai 19,54 persen dari nilai NJOP terakhir. Secara langsung, kebijakan baru ini berimbas pada kenaikan nilai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang harus dibayar warga DKI Jakarta paling lambat setiap 31 Agustus.

Data Rumah.com Property Index menunjukkan bahwa harga properti di DKI Jakarta pada kuartal II-2018 cenderung stabil dengan kenaikan sebesar 2,24 persen secara kuartalan. Kenaikan ini mengoreksi penurunan yang terjadi pada kuartal sebelumnya sebesar 0,39 persen. Sementara itu, secara tahunan, kenaikan harga properti di Jakarta pada kuartal II-2018 mencapai 6,22 persen.

"Sebagai pusat bisnis nasional, Jakarta tentu saja merupakan kawasan dengan tren harga properti yang terus meningkat, meski saat ini cenderung tipis. Penyesuaian NJOP ini dikhawatirkan dapat menurunkan daya tarik properti, khususnya hunian. Pencari properti akan makin bergeser ke Bodetabek, apalagi dengan pembangunan infrastruktur penghubung yang masif saat ini," ujar Country Manager Rumah.com, Marine Novita dikutip keterangannya di Jakarta.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Nilai NJOP di Ibukota saat ini berkisar pada Rp 4,7juta hingga Rp 48 juta per meter persegi. Umumnya, rata-rata pemilik lahan mematok harga lebih tinggi sekitar 30 persen dari NJOP.

Kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat adalah kawasan dengan peningkatan tertinggi berdasarkan Rumah.com Property Index. Jakarta Selatan mencatatkan peningkatan sebesar 2,3 persen pada kuartal II-2018. Pada Q1, kawasan ini mengalami penurunan sebesar 0,04 persen. Sementara itu, Jakarta Timur mengalami penurunan sebesar 2,1 persen pada kuartal II-2018 setelah pada kuartal sebelumnya naik tipis 0,4 persen.

"Kebanyakan pencari hunian tampaknya sudah menyerah mencari properti di Jakarta Selatan dan Pusat, karena harga yang sudah sangat tinggi. Harapan lebih besar terdapat di Jakarta Timur, di sekitar Cibubur, Cipayung, Ciracas, dan sekitarnya. Khusus Jakarta Timur, kawasan ini bakal semakin diminati karena harganya masih lebih terjangkau. Minat konsumen juga akan didorong oleh pembangunan jalan tol dan Light Rail Transit (LRT), yang aka membuat warga di sana lebih mudah menjangkau pusat Ibukota."

"Jika melihat fitur Project Review Rumah.com, masih ada hunian jenis rumah dengan harga Rp 500 jutaan dan apartemen dengan harga Rp 250 jutaan di Jakarta Timur. Di dalam Project Review, konsumen juga bisa mendapatkan informasi jarak antara properti tersebut dengan akses tol, fasilitas umum, dan lain-lain secara detail," Marine menambahkan.

Berdasarkan hasil survei Property Affordability Sentiment Index Semester II 2018 yang dilakukan Rumah.com terhadap 1000 responden dari seluruh Indonesia, sebanyak 51 persen responden meyakini bahwa kenaikan NJOP ini akan berpengaruh terhadap harga properti di DKI Jakarta. Sementara itu, 18 persen meyakini kenaikan NJOP tidak akan berpengaruh terhadap harga properti.

Dari sisi pengembang, Direktur PT. Bakrie Pangripta Loka (Pengembang Kawasan Sentra Timur Superblok), Andre R Makalam, mengakui bahwa kenaikan NJOP akan menyebabkan kenaikan harga properti secara proporsional, didasarkan pada zonasi.

"Kenaikan akan tergantung dari zona properti. Di Sentra Timur, kenaikan untuk unit baru yang akan diluncurkan akan berada pada kisaran 5%. Yang akan merasakan dampak paling besar adalah Jakarta Selatan, terutama untuk properti kelas atas," ujar Andre.

"Sesuai kenaikannya, minat konsumen terhadap properti di zona dengan harga yang masih terjangkau mungkin masih tetap tinggi. Sementara di zona seperti kawasan Jakarta Selatan ini yang mungkin turun. Konsumen yang menjadi peminat properti di kawasan ini akan lebih memilih wait and see, karena mereka juga harus mempertimbangkan kenaikan pajak dan sebagainya. Dampak terhadap peminat dan harga properti mungkin akan terlihat penurunannya dalam enam bulan ke depan," Andre menambahkan.

Andre optimistis minat properti untuk kelas menengah dan memengah bawah tidak akan terpengaruh oleh kebijakan ini. "Kenaikan NJOP sebesar 20% ini masih wajar. Saya yakin keputusan ini adalah masukan dari banyak pihak. Dengan kenaikan NJOP ini harapannya Pemerintah DKI Jakarta bisa menggunakannya untuk memperbaiki fasilitas, seperti jalan, sosial, dan lain-lain. Hal ini akan meningkatkan iklim usaha di Jakarta. Nah, masukan-masukan yang ini juga harus diserap oleh Pemprov DKI Jakarta," pungkas Andre.

Cegah hipertensi dengan beri pelukan orang tersayang


Tekanan darah tinggi memang dapat mengancam kesehatan siapapun. Namun pernahkah anda mendengar tentang manfaat pelukan yang dapat menurunkan tekanan darah?

Seperti yang dilansir dari Thelist.com, penelitian yang diterbitkan dalam Biological Psychology, menemukan bahwa tekanan darah wanita menurun setelah dipeluk pasangannya. Penelitian dilakukan pada 59 premenopause wanita yang dipeluk pasangannya. Hasilnya, setelah dipeluk pasangan, hormon oksitosin dilepaskan dari otak sehingga bisa menurunkan tekanan darah tinggi.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ketika hipertensi terjadi, pembuluh darah arteri akan mengeras sehingga aliran darah akan menurun, ketika tidak ada darah yang cukup menyuplai oksigen ke berbagai bagian tubuh, apalagi jantung, maka hal itu akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan, termasuk serangan jantung, stroke dan penyakit kardiovaskuler lainnya.

Itulah mengapaCara mencegah hipertensiyang murah, mudah dan menyenangkan salah satunya dengan lebih sering berpelukan dan bermanja-manja ria dengan pasangan, karena ternyata hal ini bisa menurunkan tekanan darah anda.

Selain baik untuk mencegah hipertensi. Pelukan juga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan merangsang kinerja hormon baik. Tahukan anda jika satu pelukan saja setara dengan meditasi?

Minggu, 24 Juni 2018

Dituntut bayar denda, Google bakal ancam Android berbayar


Keputusan Uni Eropa untuk mengganjar Google dengan denda ternyata segera direspon oleh Google. CEO Google Sundar Pichai langsung menanggapi tuntutan tersebut melalui sebuah tulisan di blog perusahaan.

Dalam tulisannya, Pichai menyebut pengguna Android sebenarnya bisa menghapus aplikasi bawaan di perangkatnya.

Selain itu, mereka juga dapat memilih aplikasi untuk diunduh yang dibuktikan dengan data bahwa pengguna biasa memasang 50 aplikasi secara mandiri.

Namun, jika diminta untuk tidak menyertakan aplikasi bawaan di Android, hal itu dapat mengganggu ekosistem.

"Jika manufaktur dan operator tidak menyertakan aplikasi, itu akan mengganggu ekosistem Android," tuturnya seperti dikutip dari The Verge.

Lebih lanjut dia menuturkan, sistem bundel semacam ini juga menjadi syarat agar Android tetap gratis. Alasannya, Google tidak perlu membebankan biaya pada perusahaan yang ingin menggunakan teknologinya.

"Namun, kami khawatir keputusan ini akan mengganggu keseimbangan yang telah kami lakukan dengan Android, dan dapat menjadi isyarat yang mengganggu dukungan terhadap kepemilikan platfrom terbuka," tulisnya.

Melalui tulisan itu, Pichai juga menyebut bahwa putusan Komisi Eropa ini telah mengabaikan fakta bahwa Android tengah bersaing dengan iOS. Oleh sebab itu, Android hadir untuk menawarkan pilihan.

Di sisi lain, permintaan Komisi Eropa agar Google menghentikan aksi bundel Android dengan sejumlah aplikasi bawaan diprediksi akan mengancam perusahaan. Alasannya, hal tersebut dapat mengurangi pendapatan perusahaan, khususnya dari sisi iklan mobile.

Karenanya, Google turut memperingatkan bahwa bisnis model Android sebenarnya dapat saja berubah.

Akan tetapi, perusahaan tentu harus menarik biaya lisensi dari perusahaan smartphone, alih-alih memberikannya secara gratis.

Sebelumnya, Google kembali berurusan dengan regulator Eropa. Kali ini, persoalan cukup serius karena Komisi Eropa menganggap sistem operasi Android merupakan cara ilegal perusahaan untuk mengukuhkan mesin pencari besutannya.

Dikutip dari BBC, perkiraan denda yang harus dibayarkan Google mencapai 4,3 miliar euro atau setara dengan Rp 72 triliun. Menurut Komisioner Kompetisi Margrethe Vestager, konsumen seharusnya memiliki pilihan dari perangkat yang dibelinya.

Senin, 18 Juni 2018

Waspadai 4 gejala mata kering berikut ini


Mata merupakan salah satu panca indra yang sangat diperlukan oleh makhluk hidup. Mensyukuri atas anugerah penglihatan yang sehat dapat kita lakukan dengan merawat kesehatan matasebaik mungkin. Nah, jika 4 gejala mata kering berikut ini anda rasakan. Janganlah diabaikan karena dapat berdampak lebih buruk jika tak segera diobati.

Dilansir dari laman Health, umumnya dokter mata menggolongkan penyakit mata kering ke dalam dua kelompok, yaitu mereka yang kekurangan produksi air mata dan kurang kelembapan sehingga air mata menguap terlalu cepat dari permukaan mata. Beberapa orang dapat mengalami kombinasi keduanya.

Berikut ini merupakan empat gejala mata kering yang mengganggu dan tidak boleh diabaikan.

1. Mata merah

Pembengkakan pembuluh darah di lapisan putih bagian luar bola mata bisa menyebabkan mata memerah. Jika Anda tidak memiliki infeksi mata atau alergi, ini menandakan mata Anda sangat kering.

"Jika Anda kekurangan air mata, sel-sel di permukaan mata menangis karena tidak terlindungi," kata Steven Maskin, MD, direktur medis Dry Eye and Cornea Treatment Center di Tampa, Fla.

Kemerahan dan peradangan terjadi karena disfungsi kelenjar meibomian, yang berarti kelenjar minyak kecil yang melapisi kelopak mata tidak menghasilkan atau melepaskan pelumasan yang cukup.

2. Mata yang terasa berpasir

Mata kering sering terasa berpasir, beberapa orang menggambarkannya sebagai sensasi benda asing, seolah ada sesuatu yang menyakitkan bersarang di salah satu atau kedua matanya. Hal ini bisa disebabkan oleh kotoran atau riasan yang menempel di dalam mata.

"Permukaan mata yang benar-benar mengering, sel-sel mengering dapat menyebabkan lecet mata," jelas Amy Lin, MD, profesor ilmu mata di University of Utah Moran Eye Center di Salt Lake City. Untungnya, itu tidak selalu menyebabkan kerusakan permanen. "Bintik-bintik kering itu sembuh saat matanya lebih lembap," kata dia.

3. Sensitif terhadap cahaya

Orang dengan air mata yang tidak mencukupi mungkin mengalami fotofobia, atau sensitivitas yang ekstrem terhadap cahaya. Seperti yang tidak dijelaskan oleh Yayasan Mata Kering, ini bisa bersifat sementara atau konstan dan terjadi pada semua jenis cahaya.

Orang dengan fotofobia mungkin menyipitkan mata atau menutup mata saat terpapar cahaya. Jumlah ketidaknyamanan juga bisa berbeda. Beberapa orang mungkin mengalami rasa sakit yang luar biasa saat ujung saraf di mata bersentuhan dengan cahaya sementara ada juga yang mengeluh cahaya terlalu terang.

Sel peka cahaya di retina, lapisan jaringan yang melapisi bagian belakang mata, bertanggung jawab atas ketidaknyamanan tersebut, menurut Perhimpunan Neuro-Oftalmologi Amerika Utara. Diperkirakan sel-sel ini memiliki koneksi dengan saraf yang bertanggung jawab untuk menyampaikan informasi sensorik ke kepala dan wajah.

4. Mudah iritasi

Mata sering kali ditempa angin, asap, udara kering, asap produk pembersih dan polusi. Warren Eye Dry Eye Foundation mengatakan kornea, atau jendela mata, memiliki 300 sampai 600 kali lebih banyak ujung saraf daripada bagian tubuh lainnya.

"Jadi bayangkan tusuk jarum di jari Anda, tapi pinnya 600 kali lebih lebar. Setiap ruang tertutup dengan udara yang berasal dari AC di rumah, kantor, atau mobil, atau bahkan kipas dalam ruangan, dapat membuat mata kering lebih buruk," kata Dr Lin.

Ada juga sensitivitas mata terhadap asap, bahkan dari makanan saat memasak dan juga sensitif terhadap parfum," kata Warren Eye Dry Eye Foundation.

Nah, selagi mata masih terasa sehat. Jangan lupa untuk senantiasa menjaga kesehatannya seperti perbanyak makan buah serta sayur mayur. Dan jika perlu gunakan kacamata pelindung UV atau bisa juga dengan menggunakan kacamata anti radiasi.